The Little Prince (2015) : Sudut Pandang Masa Kecil.
The Little Prince menceritakan kisah seorang pilot dan seorang gadis kecil. Seorang gadis kecil menjalani kesehariannya dengan mengikuti semua rencana ibunya. Rencana tersebut meliputi belajar sepanjang hari agar bisa masuk ke sebuah sekolah terkemuka, Weth Academy.
Suatu hari, gadis kecil tersebut bertemu dengan tetangganya yang merupakan seorang pilot. Sang pilot mulai memperkenalkan gadis kecil tersebut pada sebuah kehidupan yang luar biasa dimana tidak ada yang tidak mungkin, sebuah dunia dari the Little Prince.
The Little Prince adalah sebuah film garapan dari Mark Osborne yang sebelumnya telah sukses dengan film Kung Fu Panda. Diproduseri oleh Aton Soumache dan Dimitri Rassam, film ini diangkat dari sebuah novel Antoine de Saint-Exupery.
Jika dibandingkan dengan bukunya, film ini tidak secara utuh menuangkan ceritanya ke dalam film. Meski demikian, film ini masih selaras dengan isi dari karya Antoine de Saint-Exupery.
Setelah bertemu dengan sang pilot, gadis kecil menjadi hanyut dengan cerita yang dibagikannya tersebut. Disela kesibukan untuk belajar, ia kerap mencuri kesempatan agar bisa mendengar lanjutan cerita dari sang pilot.
Sang pilot mengatakan pada gadis kecil itu bahwa cerita akhir dari the Little Prince adalah ketika ia digigit oleh seekor ular putih untuk bisa menyelamatkan mawar kesayangannya. Namun gadis kecil tidak puas akan hal itu.
Mengandung banyak nilai, film ini diberi angka 7,3 dari 10 oleh salah satu situs penilaian film, rotten tomatoes. Sang gadis kecil mengingatkan kita kepada diri kita sendiri bahwa akan ada waktunya untuk tumbuh, untuk menerima semua kenyataan yang ada.
Ada kalanya kita kecewa, terutama ketika kita telah memberikan segala yang kita bisa, segala yang kita miliki untuk sesuatu namun tidak berujung sesuai dengan keinginan kita. Kita mencari sesuatu untuk dicari namun akhirnya adalah sia-sia.
The Little Prince mengingatkan kita terhadap apa yang kita cari tanpa tujuan tidak akan membuahkan hasil.






Comments